Diskon!
, ,

Cerita Rakyat Jawa Tengah: Timun Mas dan Buto Ijo; Peringatan Buto Ijo Waktu yang Terus Berjalan

Harga aslinya adalah: Rp50.000.Harga saat ini adalah: Rp29.900.

Beli Ebook

Peringatan Buto Ijo Waktu yang Terus Berjalan

“Ketika anakmu telah berusia tujuh belas tahun, kau harus menyerahkannya padaku. Ingat itu! Jangan coba-coba menipu!” kata Raksasa Buta Ijo, suaranya menggelegar hingga burung-burung beterbangan dari dahan pohon.
“Iya, Tuan Raksasa… hamba berjanji,” jawab Mbok Sirni gemetar, menunduk hormat menahan air mata.

Raksasa itu tertawa keras. “Hwahaha! Ingat janjimu!” teriaknya sebelum perlahan lenyap di balik kabut hutan.
Dengan langkah gontai, Mbok Sirni berjalan pulang ke rumahnya.
Sepanjang jalan, pikirannya penuh kecemasan dan ketakutan. Ia tahu waktu akan terus berjalan…
dan ia hanya punya beberapa tahun untuk menyelamatkan anak yang paling ia cintai di dunia ini.

Soal 1
T: Kapan Raksasa Buta Ijo akan datang kembali untuk menagih janji?
J: Raksasa akan datang ketika Timun Mas berusia tujuh belas tahun.

Pembahasan: Informasi ini adalah batas waktu yang diberikan oleh Raksasa. Mengetahui batas waktu dalam cerita membantu kita memahami mengapa tokoh merasa tertekan.

Soal 2
T: Bagaimana reaksi Mbok Sirni setelah Raksasa pergi?
J: Mbok Sirni berjalan pulang dengan langkah gontai dan pikirannya dipenuhi kecemasan serta ketakutan.

Pembahasan: Kata “langkah gontai” menggambarkan sikap tubuh tokoh yang lemas dan sedih. Sikap tubuh dapat mencerminkan perasaan yang sedang dialami oleh seorang tokoh.

Soal 3
T: Apa yang harus dilakukan Mbok Sirni menurut perjanjian dengan Raksasa?
J: Ia harus menyerahkan Timun Mas ketika anaknya berusia tujuh belas tahun.

Pembahasan: Pertanyaan ini menanyakan tentang isi perjanjian yang menjadi inti masalah atau konflik dalam cerita. Konflik adalah masalah yang harus dihadapi oleh tokoh.

Soal 4
T: Mengapa Mbok Sirni hanya punya waktu beberapa tahun?
J: Karena ia harus menemukan cara untuk menyelamatkan Timun Mas sebelum anaknya genap berusia tujuh belas tahun.

Pembahasan: Pertanyaan ini mengajak kita untuk memahami akibat dari sebuah perjanjian. Janji itu memberikan waktu yang terbatas bagi Mbok Sirni untuk bertindak.

Soal 5
T: Apa yang dirasakan Mbok Sirni sepulang dari hutan?
J: Ia merasa cemas, takut, dan pikirannya dipenuhi oleh cara untuk menyelamatkan Timun Mas.

Pembahasan: Perasaan cemas dan takut yang masih membekas dalam diri Mbok Sirni menunjukkan bahwa konflik belum selesai. Hal ini membuat pembaca penasaran dengan kelanjutan ceritanya.

 

Beli Ebook

Ebook  PDF Cerita Rakyat Jawa Tengah; Timun Mas dan Buto Ijo Cover
Ebook Cerita Rakyat Jawa Tengah; Timun Mas dan Buto Ijo
  • Seri: Cerita Rakyat Nusantara
  • Judul: Cerita Rakyat Jawa Tengah; Timun Mas dan Buto Ijo
  • Penulis: Kak Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desain: Kak Nurul Ihsan
  • Isi: 50 halaman PDF printable
  • Bahasa: Indonesia
  • Penerbit Digital: Yayasan Sebaca Indonesia
  • Affiliate: https://lynk.id/nurulihsan

Di sebuah desa kecil, Mbok Sirni yang lama merindukan kehadiran seorang anak akhirnya menerima hadiah misterius berupa biji mentimun dari Raksasa Buto Ijo.

Dari buah mentimun emas itu lahirlah seorang bayi cantik bernama Timun Mas.

Namun kebahagiaan Mbok Sirni tidak berlangsung lama. Janji yang pernah ia ucapkan kepada sang raksasa kembali menghantuinya.

Ketika usia Timun Mas genap tujuh belas tahun, Buto Ijo datang untuk menagih. Demi menyelamatkan putrinya, Mbok Sirni dan Timun Mas harus berjuang melawan kekuatan jahat dengan keberanian dan kecerdikan.

Inilah kisah legendaris tentang cinta seorang ibu, perjuangan, dan harapan.

✨ Pesan Moral Cerita Timun Mas dan Buto Ijo

  • Janji harus ditepati, tetapi manusia juga harus bijak dalam membuat janji.
    Mbok Sirni terpaksa menerima akibat dari janjinya kepada Buto Ijo. Cerita ini mengajarkan bahwa setiap janji memiliki konsekuensi, sehingga kita harus berhati-hati sebelum berjanji pada siapa pun.
  • Keberanian dan kecerdikan dapat mengalahkan kekuatan besar.
    Meskipun Buto Ijo adalah raksasa kuat dan menakutkan, Timun Mas berhasil menyelamatkan diri berkat keberaniannya dan akal yang tajam. Ini menunjukkan bahwa kecerdasan lebih berharga daripada kekuatan fisik.
  • Kasih sayang orang tua mendorong pengorbanan yang luar biasa.
    Mbok Sirni berjuang keras untuk melindungi Timun Mas. Cinta orang tua mengajarkan bahwa keluarga adalah harta paling berharga yang harus dijaga.
  • Jangan mudah percaya pada bantuan dari pihak yang tidak jelas niatnya.
    Bibit mentimun dari Buto Ijo tampak seperti berkah, tetapi ternyata membawa masalah besar. Cerita ini mengingatkan kita agar tidak mudah tergiur oleh pemberian yang kelihatannya menguntungkan, tetapi belum tentu baik.
  • Setiap masalah selalu ada jalan keluarnya.
    Saat bahaya datang, Timun Mas tetap berusaha dan tidak menyerah. Dengan usaha, doa, dan keberanian, cobaan apa pun bisa teratasi.
  • Kebaikan hati seseorang akan membawa pertolongan pada saat yang tepat.
    Mbok Sirni yang baik hati akhirnya mendapat bantuan dari seorang pertapa. Ini mengajarkan bahwa kebaikan tidak pernah sia-sia—suatu hari akan kembali menjadi pertolongan.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Cerita Rakyat Jawa Tengah: Timun Mas dan Buto Ijo; Peringatan Buto Ijo Waktu yang Terus Berjalan”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Buka WhatsApp
Halo, Kak. Ada yang bisa kami bantu?
Admin sebacaindonesia.com
Silakan bisa chat di sini, Kak.
Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026